AS Jajaki Investasi Energi Bebas Polusi

Caroline Damanik JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pertemuan di kantornya, Selasa (25/5/2010), Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan Indonesia dan AS yang diwakili oleh Menteri Perdagangan AS Gary Locke bersama 40 pengusaha besar menjajaki kemungkinan kerja sama perdagangan dan investasi terutama dalam pengembangan energi terbarukan.

"Kita bicara energi terbarukan dan investasi. Amerika menyatakan minatnya untuk kerja sama di teknologi terutama di efisiensi energi dengan menggunakan teknologi," tuturnya usai pertemuan.

Hatta mengatakan energi terbarukan yang paling banyak dibicarakan terkait clean energy untuk menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan menjaga konsistensi 17 persen energy terbarukan.

AS menyatakan kesediaannya untuk saling mendukung. Dengan energi terbarukan, Hatta mengatakan Indonesia bisa mengurangi konsumsi listrik. Saat ini, teknologi menjadi demand site.

Hatta juga menyatakan AS menyatakan minatnya untuk mengembangkan investasi di Indonesia, seperti small turbine dan power plant skala kecil. Teknologi ini, lanjutnya, tentunya sangat diperlukan di pulau terluar dan daerah nelayan. AS juga menawarkan kerja sama dalam investasi geothermal.

"Ini merupakan bagian yang akan dilaporkan saat kedatangan Obama. Nanti akan diteken agreement, joint comprehensive agreement AS-Indonesia," ungkapnya.

Namun, Hatta belum dapat mengungkapkan potensi investasi ke depannya.

Ulasan:

Diperekonomian Indonesia yang berkembang seperti sekarang ini, dana investasi dari pihak luar sangat diperlukan. Dengan minat Amerika untuk kerja sama di bidang teknologi terutama di efisiensi energi dengan menggunakan teknologi, ini merupakan hal yang positif bagi pertumbuhan dan ekonomi Indonesia.

0 Response to "AS Jajaki Investasi Energi Bebas Polusi"

Posting Komentar